//

Sabtu, 26 September 2015

resume capablity "no" menjadi "Yes" pada internet download manager



cara merubah resume capablity "no" menjadi "Yes" pada internet download manager
sering kali pada saat kita mendownload file menggunakan IDM kita mendapat masalah RESUME CAPABILITY "NO".ketika masalah tersebut kita alami sahabat pasti kesal karena jika koneksi terputus terpakasa mengulang dari awal. masalah tersebut sering kita dapatkan saat mendownload file dari filetrip dan sejenisnya. dan jujur saya juga sering saya mengalami hal tersebut saat mendownload film animasi tercinta lewat animeindo.tv. saya sering mencari informasi tapi informasi yang saya dapatkan tidak memuaskan. dan akhirnya saya mencoba dengan cara saya sendiri dan akhirnya berhasil. berikut cara mengubah resume capability "No" menjadi "yes" pada idm:
  1. Download sebuah file dari alamat web yang plit (file yang saat didowload resume capabilitinya "no")
  2. saat download lagi progres, klik cancel ja.
  3. Klik kanan pada file tersebut kemudian pilih properties
  4.  Pada kolom address tertera source link, kemudian pada link hapus ?start=0 
  5. Setelah itu klik OK
  6.  Kemudian klik kanan pada file yang sudah didownload tadi klik resume 


tidak semua file ada ?start=0, tergantung dari website lewat sobat ngedownload, Itulah cara merubah agar resume capability no menjadi yes semoga bermanfaat,. MH

Minggu, 18 Januari 2015

Insomnia

Insomnia


Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Penyebab
Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.
Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.
Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.
Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.
Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.
Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
§  Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
§  Bekerja pada malam hari.
§  Sering berubah-ubah jam kerja.
§  Penggunaan alkohol yang berlebihan.
§  Efek samping obat (kadang-kadang).
§  Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).


Gejala
Penderita mengalami kesulitan untuk tidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan.


Pengobatan


Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.
Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.
Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik.
Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.
Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.


Durasi tidur dan kematian
Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematiansebesar 15%. Insomnia kronis - tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian. 

Head Injury


 
1.PENGERTIAN
Cedera kepala yaitu adanya deformitas berupa penyimpangan bentuk atau penyimpangan garis pada tulang tengkorak, percepatan dan perlambatan (accelerasi – descelarasi) yang merupakan perubahan bentuk dipengaruhi oleh perubahan peningkatan pada percepatan factor dan penurunan percepatan, serta rotasi yaitu pergerakan pada kepala dirasakan juga oleh otak sebagai akibat perputaran pada tindakan pencegahan.

2.ETIOLOGI
-    Kecelakaan lalu lintas
-    Perkelahian
-    Jatuh
-    Cedera olahraga
-    Cedera kepala terbuka sering disebabkan oleh peluru atau pisau.

3.Tanda dan Gejala

a.      Epidural hematoma

Terdapat pengumpulan darah diantara tulang tengkorak dan duramater akibat pecahnya pembuluh darah / cabang – cabang arteri meningeal media yang terdapat diantara duramater, pembuluh darah ini tidak dapat menutup sendiri karena sangat berbahaya .Dapat terjadi dalam beberapa jam sampai 1 – 2 hari. Lokasi yang paling sering yaitu di lobus temporalis dan parietalis.
Gejala – gejalanya :
1). Penurunan tingkat kesadaran
2). Nyeri kepala
3). Muntah
4). Hemiparese
5). Dilatasi pupil ipsilateral
6). Pernapasan cepat dalam kemudian dangkal ( reguler )
7). Penurunan nadi
8). Peningkatan suhu

b.      Subdural hematoma

Terkumpulnya darah antara duramater dan jaringan otak, dapat terjadi akut dan kronik. Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah vena / jembatan vena yang biasanya terdapat diantara duramater, perdarahan lambat dan sedikit. Periode akut dapat terjadi dalam 48 jam – 2 hari, 2 minggu atau beberapa bulan.
Gejala – gejalanya :
1). Nyeri kepala
2). Bingung
3). Mengantuk
4). Menarik diri
5). Berfikir lambat
6). Kejang
7). Udem pupil.

c.       Perdarahan intra serebral berupa perdarahan di jaringan otak karena pecahnya pembuluh darah arteri, kapiler dan vena.
Gejala – gejalanya :
1). Nyeri kepala
2). Penurunan kesadaran
3). Komplikasi pernapasan
4). Hemiplegi kontra lateral
5). Dilatasi pupil
6). Perubahan tanda – tanda vital

d.      Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan di dalam rongga subarachnoid akibat robeknya pembuluh darah dan permukaan otak, hampir selalu ada pada cedera kepala yang hebat.
Gejala – gejalanya :
1). Nyeri kepala
2). Penurunan kesadaran
3). Hemiparese
4). Dilatasi pupil ipsilateral
5). Kaku kuduk.

bph (Benigna Prostat Hiperplasia)

Benigna Prostat Hiperplasia


1.     Pengertian
BPH ( Benigna Prostat Hiperplasia) adalah pembesaran kelenjar prostat nonkanker. BPH dapat menyebabkan penekanan pada uretra di tempat uretra menembus prostat sehingga berkemih menjadi sulit

2.      Etoilogi
Etiologi BPH belum jelas, mungkin berkaitan dengan ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron di prostat.

3.      Manifestasi klinis
Biasanay gejala- gejala prostat jinak, dikenal sebagai Lower Urinary Track Symtoms ( LUTS ) dibedskan menjadi gejala iritatif dan obstruktif
a.       Gejala iritatif:
·         Sering miksi
·         Terbangun untuk miksi pada malam hari ( Nokturia )
·         Persaan ingin miksi yang sangat mendesak ( Urgensi )
·         Nyeri pada miksi ( Disuria)
b.      Gejala Obstruktif
·         Pancaran urin melemah
·         Rasa tidak puas sehabis miksi
·         Ketika mau miksi harus menunggu lama (Hesitancy)
·         Harus mengedan ketika miksi (straining)
·         Kencing terputus- putus (intermittency)
·         Waktu miksi memenjang yang akhirnya menjadi retensio urin dan inkontinen karena overflow

4.      Komplikasi
Seiring dengan makin banyaknya BPH, dapat terjadi obstruksi saluran kemih karena urin tidak mampu melewati prostat. Hal ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan apabila tidak di obati, terjadi gagal ginjal


5.      Diagnosis

Untuk  menegakkan  diagnosis  BPH  dilakukan  beberapa  cara  antara  lain
a.        Anamnesa
Kumpulan  gejala  pada  BPH  dikenal  dengan  LUTS  (Lower  Urinary  Tract  Symptoms)  antara  lain:  hesitansi,  pancaran  urin  lemah,  intermittensi,  terminal  dribbling,  terasa  ada  sisa  setelah  miksi  disebut  gejala  obstruksi  dan  gejala  iritatif  dapat  berupa  urgensi,  frekuensi  serta  disuria. 
b.       Pemeriksaan  Fisik
·         Dilakukan  dengan  pemeriksaan  tekanan  darah,  nadi  dan  suhu.  Nadi  dapat  meningkat  pada  keadaan  kesakitan  pada  retensi  urin  akut,  dehidrasi  sampai  syok  pada  retensi  urin  serta  urosepsis  sampai  syok - septik.
·         Pemeriksaan  abdomen  dilakukan  dengan  tehnik  bimanual  untuk  mengetahui  adanya  hidronefrosis,  dan  pyelonefrosis.  Pada  daerah  supra  simfiser  pada  keadaan  retensi  akan  menonjol.  Saat  palpasi  terasa  adanya  ballotemen  dan  klien  akan  terasa  ingin  miksi. Perkusi  dilakukan  untuk  mengetahui  ada  tidaknya  residual  urin.
·         Penis  dan  uretra  untuk  mendeteksi  kemungkinan  stenose  meatus,  striktur  uretra,  batu  uretra,  karsinoma  maupun  fimosis.
·         Pemeriksaan  skrotum  untuk  menentukan  adanya  epididimitis
·         Rectal  touch / pemeriksaan  colok  dubur  bertujuan  untuk  menentukan  konsistensi  sistim  persarafan  unit  vesiko  uretra  dan  besarnya  prostat.  Dengan  rectal  toucher  dapat  diketahui  derajat  dari  BPH,  yaitu :
a)      Derajat  I   =  beratnya  ±  20 gram.
b)      Derajat  II  =  beratnya  antara  20 – 40  gram.
c)      Derajat  III =  beratnya  > 40  gram.
c.        Pemeriksaan  Laboratorium
·           Pemeriksaan  darah  lengkap,  faal  ginjal,  serum  elektrolit  dan  kadar  gula  digunakan  untuk  memperoleh  data  dasar  keadaan  umum  klien. 
·           Pemeriksaan  urin  lengkap  dan  kultur.
·           PSA  (Prostatik  Spesific  Antigen)  penting diperiksa  sebagai  kewaspadaan  adanya  keganasan.

d.      Pemeriksaan  Uroflowmetri
Salah  satu  gejala  dari  BPH  adalah  melemahnya  pancaran  urin.  Secara  obyektif  pancaran  urin  dapat  diperiksa  dengan  uroflowmeter  dengan  penilaian :
·            Flow  rate  maksimal  >  15 ml / dtk    =  non  obstruktif
·            Flow  rate  maksimal 10 – 15  ml / dtk =  border  line
·            Flow  rate  maksimal  <  10 ml / dtk    =  obstruktif

e.       Pemeriksaan  Imaging  dan  Rontgenologik
·        BOF  (Buik  Overzich ) :Untuk  melihat  adanya  batu  dan  metastase  pada  tulang.
·        USG  (Ultrasonografi), digunakan  untuk  memeriksa  konsistensi,  volume  dan    besar  prostat  juga  keadaan  buli – buli  termasuk  residual  urin.  Pemeriksaan  dapat  dilakukan  secara  transrektal,  transuretral  dan  supra  pubik. 
·        IVP  (Pyelografi  Intravena)
Digunakan  untuk  melihat  fungsi  exkresi  ginjal  dan  adanya  hidronefrosis. 
·      Pemeriksaan  Panendoskop
Untuk    mengetahui   keadaan  uretra  dan  buli – buli.

6.      Penatalaksanaan
a.       Observasi ( Watchfull Waiting )
Biasanay dilakukan pada pasein dengan keluhan ringan. Nasehat yang diberika ialah mengurangi minum setelah makan malam untuk mengurangi nokturia, menghindari obat- obat dekongestan (parasimpatolitik), mengurangi minum kopi dan tidak diperbolehkan minum alkohol agar tidak terlalu sering miksi.
b.    Terapi medika mentosa
·      penghambat adrenerjik a: obat- obat yang sering dipakai adalah prazosin, doxazosin, afluzosin, atau yang lebih selektif a 1a (transolusin). Fungsinya untuk menurunkan tekanan pada uretra pars prostatika sehingga gangguan aliran air seni dan gejala- gejala berkurang
·      penghambat enzim 5- a – reduktase:obat yang dipakai adalah finasteride ( proscar ) dengan dosis 1,5 mg/ hari, yang berfungsi mengecilkan prostat yang mmembesar
·      Fitoterapi: Pengobatan fitoterapi yang ada di Indonesia antara lain eviprostat
c.       Terapi bedah
Penangan untuk tiap pasien berpariasi tergantung beratnya gejala dan komplikasi. Indikasi absolut untuk terapi bedah yaitu:
·         retensio urin berulang,
·         hematuria,
·         tanda penurunan fungsi ginjal,
·         ISK berulang,
·         tanda- tanda obstruksi berat, dan
·         ada batu saluran kemih
Intervensi bedah yang dapat dilakukan meliputi:
·      Transurethral Resection of the Prostate ( TUR P )
TURP merupakan pembedahan BPH yang paling sering dilakukan.Endoskopi dimasukkan melalui penis (uretra). Keuntungan dari TURP adalah tidak dilakukan sayatan sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi.
88% penderita yang menjalani TURP mengalami perbaikan yang berlangsung selama 10-15 tahun. Impotensi terjadi pada 13,6% penderita dan 1% penderita mengalami inkontinensia urin.

·      Transurethral Insision of the Prostate ( TUIP )
TUIP menyerupai TURP, tetapi biasanya dilakukan pada penderita yang memiliki prostat relatif kecil.
Pada jaringan prostat dibuat sebuah sayatan kecil untuk melebarkan lubang uretra dan lubang pada kandung kemih, sehingga terjadi perbaikan laju aliran air kemih dan gejala berkurang.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan, infeksi, penyempitan uretra dan impotensi

·      Prostatektomi terbuka
Sebuah sayatan bisa dibuat di perut (melalui struktur di belakang tulang kemaluan/retropubik dan diatas tulang kemaluan/suprapubik) atau di daerah perineum (dasar panggul yang meliputi daerahskrotum sampai anus). Pendekatan melalui perineum saat ini jarangn digunakan lagi karena angka kejadian impotensi setelah pembedahan mencapai 50%.
Pembedahan ini memerlukan waktu dan biasanya penderita harus dirawat selama 5-10 hari.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensi (16-32%, tergantung kepada pendekatan pembedahan) dan inkontinensia uri (kurang dari 1%).

·      Prostatektomi dengan laser

Namun pembedahan tidak mengobati penyebab BPH jadi biasanya penyakit ini akan timbul kembali 8- 10 tahun kemudian.

Sabtu, 27 April 2013

Cara Menguatkan Sinyal Wi-Fi


Wi-fi
Apakah anda pernah merasakan sinyal Wi-Fi yang putus-putus? Hal ini tentu menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Jika anda mengalalami hal seperti ini, tidak lantas anda harus mengganti modem. Coba beberapa tips berikut ini terlebih dahulu. Jika berhasil, anda jadi tidak perlu membuang-buang uang untuk membeli modem baru.
  1. Tips pertama untuk meningkatkan sinyal Wi-Fi adalah dengan memusatkannya. Router mengeluarkan sinyal ke berbagai arah, sama seperti gerakan gelombang saat anda menyentuh permukaan air yang tenang. Namun jangkauan tersebut tidak selalu melingkar seperti itu. Jika ada objek pengganggu di sekelilingnya, seperti furniture, lampu, logam, dll, ini bisa menimbulkan gangguan pada sinyal tersebut. Penempatan router harus sangat diperhatikan. Jika anda meletakkannya di sisi rumah sebelah utara, maka sisi rumah sebelah selatan mungkin  tidak akan menerimanya. Justru tetangga yang bersebelahan dengan rumah bisa menikmati koneksi Wi-Fi tersebut. Oleh sebab itu, letakkan router di tengah rumah agar sinyal yang anda terima lebih kuat.
  2. Cara lain menguatkan sinyal Wi-Fi adalah dengan logam, yang paling mudah adalah dengan menggunakan kaleng minuman. Secara harafiah, anda tidak bisa meningkatkan kekuatan sinyal, ini berlaku untuk berbagai macam router. Namun anda bisa memakainya secara lebih efisien. Logam mampu memantulkan sinyal Wi-Fi dan kemampuan itu yang dibutuhkan disini. Anda bisa memakai kaleng bekas untuk memusatkan sinyal dari antena menuju laptop atau komputer. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menguliti kaleng minuman. Setelah anda mendapatkan logam berbentuk segi empat panjang, lengkungkan kulit kaleng tersebut 180 derajat lalu letakkan di sekitar modem.
  3. Cara lain yang bisa anda lakukan untuk menguatkan sinyal Wi-Fi adalah dengan mengganti saluran. Semua router bekerja pada batas-batas 802.11 dan bertransmisi pada panjang gelombang 2.4GHz. Namun model terbaru juga bekerja pada panjang gelombang 5GHz. Yang menjadi masalah adalah pada kebanyakan perangkat, seperti telepon nirkabel, headset, dll memakai spektrum 2.4 GHz. Dengan begitu banyak perangkat berjejal pada spetrum yang sama, itu pada akhirnya akan berakibat pada gangguan sinyal dan bandwith. Maka dari itu, daripada memaksakan perangkat untuk memakai spektrum yang sama, anda sebaiknya mengatur ulang saluran pada router. 2.4GHz band dibagi menjadi 13 saluran berbeda. Hanya saja saluran yang berdekatan bisa saling mengganggu antara satu sama lain. Maka dari itu, anda sebaiknya mengatur router pada saluran 1, 5, 9, atau 13. Jika tetangga anda memakai koneksi serupa, anda bisa memintanya memakai saluran yang berbeda. Dengan begini, sinyal Wi-Fi bisa dimanfaatkan secara lebih efisien.
  4. Mungkin cara termudah untuk menguatkan sinyal Wi-Fi adalah dengan mengupdate firmware dan driver. Coba cek perangkat anda pada website resminya. Jika anda menemukan update terbaru, langsung saja download karena ini bisa mempengaruhi koneksi secara signifikan.
 
Copyright © 2010 MALAIKAT HUJAN | Design : Noyod.Com